Spiritual & Motivasi

Sparepart & Solution

Home Tiga kekuatan dalam hidup
Tiga kekuatan dalam hidup PDF Print E-mail

Hidup yang Anda jalani saat ini adalah pancaran pikiran, keputusan dan pilihan Anda. Jika Anda rela menerima tantangan berarti Anda telah merintis perubahan, kemajuan dan perkembangan. (DR. Ibrahim Elfiky)

Tiga  kekuatan ini adalah sumber keseimbangan dan berpikir positif dalam hidup. Jika salah satu tidak ada, seseorang akan mudah berpikir negatif. Tiga kekuatan ini terdiri dari keputusan, pilihan, dan tanggung jawab.

Tiga kekuatan ini tidak bisa dipisahkan, Jika dipisahkan maka akan terjadi ketidakseimbangan  akan mengundang frustasi serta menjadi mangsa “ tiga pembunuh”. Dengan demikian, Anda akan mencela, mengkritik dan membanding-bandingkan. Konsentrasi dan pikiran Anda menjadi negatif dan akan melahirkan perasaan dan kenyataan hidup yang negatif.

Pada dasarnya, sebagian besar orang memilih pikiran, konsentrasi dan perilakunya.  Setiap keputusan yang diambil adalah hasil pilihannya. Persoalannya terletak pada keberanian bertanggung jawab. Bisa jadi seseorang menyadari dirinya sengsara , tapi tidak tahu bahwa kesengsaraannya merupakan hasil pikiran dan pilihannya sendiri hingga ia tidak merasa harus bertanggung jawab. Itu sebabnya ia akan terseret melakukan “tiga pembunuh”. Ia akan mencela orang lain berdasarkan perasaannya, membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain, dan menyalahkan nasibnya.

Pengetahuan adalah kekuatan. Pengetahuan Anda tentang apa yang terjadi di dalam diri akan membantu Anda untuk melakukan perubahan dan kemajuan di jalan yang benar. Anda tdak akan menjadi mangsa perasaan negatif yang menggangu perasaan jiwa dan raga.

Mari kta bersama mempelajari  tiga kekuatan itu

1. Keputusan

Anda hari ini adalah hasil keputusan Anda kemarin. Anda esok hari ditentukan oleh keputusan Anda hari ini. (DR. Ibrahim Elfiky)

Berikan perhatian Anda pada apa yang Anda inginkan, bukan pada apa yang tidak Anda inginkan.
Saya ingin bertanya pada Anda:

1.      Apakah Anda bahagia dengan pekerjaan Anda? Apakah Anda bahagia dengan keluarga Anda?

2.      Bagaimana hubungan Anda dengan Allah?

3.      Bagaimana kesehatan Anda? Apakah Anda merasa puas dengan berat badan dan kesehatan Anda?

4.      Bagaimana kehidupan pribadi Anda? Apakah Anda merasa lebih maju dan lebih baik?

5.      Apakah Anda cukup puas dengan kondisi keuangan Anda?

Jawaban Anda atas pertanyaan-pertanyaan di atas adalah hasil dari keputusan yang Anda  ambil pada masa lalu. Disadari atau tidak, keputusan itu telah mempengaruhi  kondisi  hidup dan hasil yang Anda raih hari ini.

Mungkin kita tidak dapat menguasai lingkungan dan pengaruh ekternal yang ada disekitar kita. Tetapi, kita punya kemampuan untuk memutuskan bagaimana menyikapi kesulitan-kesulitan yang ada. Anda mungkin lebih focus pada pemecahan masalah atau pada mengkritik, menyalahkan dan marah. Sepenuhnya Anda dapat memilih satu diantara dua sikap itu. Keputusan itu ada ditangan Anda.

5 Dasar keputusan

1.   Keputusan berpikir

Satu-satunya yang dibutuhkan dalam menyikapi berbagai pikiran itu adalah orientasi yang ditentukan oleh manusia sendiri. Jika ia memutuskan memilih orientasi negative maka hasilnya akan negative. Jika ia memutuskan memilih orientasi positif maka hasilnya pun positif.

Pikiran adalah makanan bagi akal. Agar keputusan untuk berpikir ini bernilai positif, Anda harus mengenal pikiran Anda, kemudian mencari jalan penyelesaiannya. Dengan begitu hukum aktivitas akal bawah sadar akan bekerja untuk kebaikan Anda. Dengan mengulang hal sederhana seperti ini, berarti Anda telah melatih akal untuk memilih pikiran dan melatihnya mencari solusi.

2.   Keputusan berkonsentrasi

Hukum konsentrasi adalah salah satu hukum akal bawah sadar yang paling penting, apapun yang menjadi pusat perhatian akan digeneralisasikan oleh akal. Akal akan menafikan pikiran lain agar dapat konsentrasi pada informasi tertentu.  Jika pusat perhatian Anda adalah kegagalan, Anda akan menemukan bahwa akal memberikan berbagai informasi tentang kegagalan. Ia akan memperkuat persepsi kegagalan itu supaya Anda bisa benar-benar dekat dengannya. Kerja seperti itu juga terjadi pada pikiran yang positif. Jika yang Anda pikirkan adalah kebahagian, akal akan membuang gagasan tentang kesengsaraan dan menggeneralisasikan kebahagian. Oleh sebab itu, Anda harus menentukan pusat perhatian Anda dengan tepat. Agar kekuatan konsentrasi bermanfaat bagi Anda, pertama kali anda harus tahu apa yang akan menjadi pusat perhatian Anda. Langkah selanjutnya adalah konsentrasi pada solusi  dan berbagai alternatif yang mungkin ada. Dengan demikian Anda telah menjadikan hukum akal bawah sadar dan hukum konsentrasi berpihak pada Anda.

3.   Keputusan merasakan

Perasaan adalah bahan bakar manusia. Sebagai bahan bakar, ia bisa saja membakar pemiliknya jika bersifat negatif dengan menimbulkan berbagai penyakit jiwa dan fisik. Karena itu perhatikan perasaan Anda, kemudian konsentrasilah pada gerak napas Anda. Tarik napas dalam-dalam dan keluarkan dengan tenang. Lakukan beberapa kali. Pada setiap embusan napas ucapkan, “ Alhamdulillah.” Dengan demikian Anda telah memberi makan oksigen pada otak dan Anda telah menggunakan kekuatan spiritual. Selanjutnya pusatkan perhatian Anda pada rumusan solusi.

4.   Keputusan perilaku

Kesadaran membuat kita berpikir tentang makna. Makna membuat kita konsentrasi, merasakan, dan berperilaku. Ketika Anda menguasai akal perilaku , yaitu kesadaran , berarti Anda telah membuat seluruh mata rantai persepsi bekerja untuk kebaikan Anda. Jika pikiran, konsentrasi dan perasaan bersifat positif maka akan melahirkan perilaku positif.

5.   Keputusan memperbaiki

Mata rantai persepsi menghasilkan sesuatu yang Anda capai. Jika hasil yang Anda capai tidak sesuai dengan harapan, lakukan perbaikan dalam setiap langkah. Pelajarilah hasil yang telah Anda capai, buat catatan dan susun rencana baru untuk bertindak. Kegagalan atau keberhasilan dalam setiap aspek kehidupan  selalu dapat di evaluasi dan diperbaiki. Belajarlah apa yang telah Anda dapatkan dan gunakan untuk bertindak pada masa masa selanjutnya hingga mencapai cita-citanya. Kecermatan dalam mengambil keputusan akan mengantarkan Anda pada  kekuatan berikutnya, yaitu memilih.

 

2. Memilih

Prinsip perkembangan paling kuat terdapat dalam memilih (GEORGE ELLIOT).

Disadari atau tidak, apapun yang terjadi dalam kehidupan manusia bersumber dari pilihannya. Cara Anda duduk, tidur, berbicara, bersikap, makan, dan sebagainya adalah pilihan Anda sendiri. Sebagian besar tindakan kita bergerak secara spontan tanpa didasari proses berpikir. Karena , yang demikian itu telah menjadi bagian dari program pribadi dan juga pilihan yang sudah menjadi kebiasaan. Kita menggerakkannya tanpa bepikir panjang dan tanpa evaluasi.

Seorang perokok telah mengambil keputusan dan memilih untuk merokok. Berbagai penyakit yang menyerangnya adalah akibat dari pilihannya sendiri.

Jika Anda memperhatikan semua aspek kehidupan Anda  saat ini, seluruhnya adalah hasil pilihan Anda pada masa lalu. Anda mungkin memilih bangun pagi untuk shalat subuh atau memilih tidur larut malam hingga membuat Anda sulit bangun untuk menunaikan shalat subuh. Anda mungkin menjadi orang toleran atau sebaliknya. Andalah yang memilih menjadi pribadi yang jujur atau pembohong, berhasil atau gagal, berpikir positif atau negative, yang focus pada solusi atau berkubang dalam kesulitan, dan memperhatikan kesehatan atau tidak.

Semua yang Anda kerjakan adalah pilihan yang awalnya ada dalam pikiran Anda. Anda memikirkan, melakukan dan mengulanginya hingga menjadi kebiasaan. Jika sudah demikian, kebiasaan itu akan berjalan secara spontan.

Albert Eistein berkata, “ Pilihan Anda saat ini adalah awal kehidupan Anda  yang baru.”

Confusius berkata,”kekuatan terbesar dalam hidup ini adalah kekuatan memilih.”

Bernard shaw juga berkata,” Pilihan yang menentukan arah kehidupan kita, bukan keadaan.”

Anda bebas memilih pikiran, cara mengatasi persoalan, dan cara pandang terhadap masalah. Hidup ini sederhana, tapi sering membuatnya rumit dan kompleks.

Allah menciptakan kita sebagai makluk yang dapat memilih dan memiliki potensi taat atau maksiat , Dia ingin kita menghadap_Nya berdasarkan pilihannya sendiri, bukan karena paksaan seperti makhluk yang lain.


3. Tanggung Jawab

Aku bertanggung jawab atas pikiranku maka aku harus bertanggung jawab atas semua perbuatanku. (DR. Ibrahim Elfiky)

Bisa jadi orang sangat menyadari keputusan dan pilihan yang telah ditentukan. Tetapi, banyak orang yang tidak berani bertanggung jawab.

Seorang karyawan yang sering datang terlambat ke tempat kerja tidak terima ketika mendapat sanksi PHK. Bahkan yang ia lakukan justru menyalahkan pihak manajemen dan peraturan yang berlaku. Seorang direktur yang setiap hari bekerja lebih dari sepuluh jam, merokok seratus batang, minum kopi sepuluh cangkir hingga mengalami pembekuan otak dan membuatnya lumpuh, ternyata menyalahkan nasib, orang lain, dan kehidupan. Contoh-contoh ini adalah gambaran orang-orang yang telah mengambil keputusan dan telah memilih, tapi tidak bertanggung jawab. Tanggug jawab disini tidak berarti kita harus merasa menyesal atau harus bertanggung jawab atas kesalahan orang lain. Tetapi, tangung jawab yang dimaksud adalah menghindari sikap menyalahkan pihak lain, mengkritik pihak lain, dan membanding-bandingkan. Seharusnya ia memahami kesulitan yang ia hadapi, kemudian mengambil pelajaran, memperbaiki, dan melangkah lebih maju.


Contoh positif tentang tanggung jawab

Thomas Alva Edison tidak pernah mengeluh atau menyalahkan orang lain ketika ribuan kali gagal menemukan lampu. Meski di olok-olok dan kehilangan banyak uang, ia tidak mau meninggalkan gagasannya begitu saja. Tanggung jawab sepenuhnya ia pikul dan terus melangkah hingga berhasil mewujudkan cita-citanya.

Wright bersaudara ( Orville Wright dan Wilbur Wright) punya keyakinan penuh bahwa manusia bisa terbang. Mereka mengenakan pakaian bersayap lalu mendaki puncak gunung, mereka melompat agar terbang seperti burung. Sudah barang tentu mereka jatuh dan luka-luka parah. Meskipun diejek banyak orang  dengan sebutan,”keluarga gila”, mereka tetap tidak menyerah. Tanggung jawab itu mereka pikul sendiri. Mereka terus melakukan percobaan sampai berhasil menggapai tujuan yang hingga kini dinikmati banyak orang.

Masih banyak contoh orang-orang miskin, kesepian , dicemooh, dan disia-siakan yang mampu mengambil keputusan, memilih dan bertanggung jawab penuh hingga berhasil mewujudkan mimpi-mimpi indah mereka.

Sekarang giliran Anda untuk bertanggung jawab penuh, apapun kondisi dan kesulitan yang Anda hadapi. Mengapa? Sebab yang lebih baik bagi Anda adalah mengarahkan konsentrasi, perhatian, dan mengerahkan segenap potensi yang Anda miliki untuk mewujudkan impian Anda. Anda akan menjadi sosok yang anda inginkan tentang diri sendiri dalam setiap aspek kehidupan : spiritual, kesehatan, keluarga, sosial, karier, dan financial.  Mengambil keputusan, memilih, dan bertanggung jawab dan tawakal pada Allah akan mengantarkan Anda  ke jalan yang benar menuju puncak kehidupan. 

 

Who's Online

We have 8 guests online

Key Concepts

Barang siapa meminta bantuan akal, ia akan meluruskannya. Barang siapa meminta petunjuk pada ilmu, ia akan mengarahkannya. (Imam Ali ibn Abi thalib).

Contact Us

Mau konsultasi atau order?,
Silakan kontak via:
1. Quick online Yahoo! Messenger :
Sumarna Setiawan, HP. 0815 11433 862

2.SMS: 0815 11 433 862 (24jam)

3. E-mail: max@sumarna.com

4. Skype: maxsumarna

Address. Pulogadung Jakarta Indonesia 13930

free counters
Statik Pengunjung

Statistics

Content View Hits : 225105
Main page Contacts Search Contacts Search