Spiritual & Motivasi

Sparepart & Solution

Home Terapi Pembersihan Diri
Terapi Pembersihan diri PDF Print E-mail

Terapi Pembersihan antara lain adalah untuk membuang unsur-unsur hewani dari hati-jiwa kita, untuk membuang semua sifat jahat, kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik, serta untuk mengusir semua Hawa

> Sukses diukur dari sisi Dunia maupun Akhirat :

Apalagi dalam Islam, kesuksesan tidak diukur dari sisi dunia semata melainkan harus berorientasi pula pada akhirat. Itulah kesuksesan hakiki, saat berjumpa Allah kelak. Dalam Al-Qur'an Allah SWT menjamin rejeki bagi setiap mahluk ciptaan-NYA, dan melebihkan kepada sebagian diantara mereka sebagai cobaan, atau atas ke-taqwaannya kepada Allah.

"Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, tentu diadakan-Nya jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari "pintu" yang tak diduga-duga olehnya. Barang siapa yang bertawakal kepada Allah, maka Tuhan Allah akan mencukupkan kebutuhannya. Bahkan sesungguhnya Allah pelaksana semua peraturan-Nya. Dan Allah juga telah menjadikan segala-galanya serba beraturan". (Ath Tholaq ayat 2-3)

> Kesuksesan Hakiki :

Kesuksesan Hakiki dapat diperoleh jika kita adalah pemilik pribadi sukses, yaitu pribadi yang selalu tenang, terencana, terampil, tertib, tekun, tegar dan
tawadhu (rendah hati). Selain itu, kita juga harus mempunyai kredibilitas yang tinggi.
Dipercaya karena kejujuran kita, kecakapan kita, dan kemampuan kita untuk selalu mengembangkan diri Dunia - Akhirat.

> Keyakinan Yang Kuat :

Keyakinan yang kuat akan melengkapi diri kita menjadi pribadi yang sukses sekaligus kaya-raya, menjadikan diri kita sebagai orang yang rendah hati, hamba Allah yang dipastikan akan membawa manfaat sebesar-besarnya bagi umat dan peradaban.

Kita mengetahui bahwa berdasarkan ayat dibawah ini, tidak ada seorangpun yang bisa menghalangi-NYA memberi bahaya ataupun kebaikan / kesuksesan / rejeki :

Firman Allah : " Jikalau Allah menimpakan bahaya (adzab) kepadamu maka tidak ada yang dapat menghalanginya selain DIA, dan jikalau Allah menghendaki kebaikan (rejeki) untukmu maka tidak ada yang dapat menghalangi-NYA, kebaikan itu diberikan oleh-NYA kepada orang yang dikehendaki dari hamba-hamba-NYA. Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ". ( QS. Yunus : 107 )

> Terkecuali Orang itu sendiri Menghalanginya :

Memang, tidak ada yang bisa, terkecuali orang itu sendiri menghalanginya sebagaimana contoh berikut :

Seseorang datang ke rumah kita untuk mengantarkan rejeki, saat mau mengetuk pintu, tiba-tiba, ia terdiam membeku karena mendengar dari dalam rumah teriakan-teriakan histeris dan kemarahan serta suara berbagai barang yang berjatuhan. Tentu saja ia tidak jadi masuk untuk mengantarkan rejeki. Jadi Emosi / Kemarahan berpotensi menghalangi datangnya rejeki.

Seseorang mengetahui si-A mau menjual barang dan si-B mencari barang tersebut. Akan tetapi karena berfikir negatip dan rasa malas, yang seharusnya tinggal mempertemukan keduanya dan mendapat komisi penjualan, kehilangan peluang bagus tersebut. Jadi Rasa Malas dan Berfikir Negatip berpotensi menghalangi datangnya rejeki.

Seseorang selama berhari-hari hanya berdo'a dan berzikir saja dikamarnya dan tidak berusaha mencari - menjemput rejekinya, tentu saja tidak mungkin ia mendapat rejeki dengan hanya berdo'a saja tanpa ada perjuangan dan usaha untuk mendapatkannya.

 

Who's Online

We have 2 guests online

Key Concepts

Orang yang membatalkan pemberian (atau meminta kembali) sodaqohnya seperti anjing yang makan kembali muntahannya. (HR. Bukhari)

Contact Us

Mau konsultasi atau order?,
Silakan kontak via:
1. Quick online Yahoo! Messenger :
Sumarna Setiawan, HP. 0815 11433 862

2.SMS: 0815 11 433 862 (24jam)

3. E-mail: max@sumarna.com

4. Skype: maxsumarna

Address. Pulogadung Jakarta Indonesia 13930

free counters
Statik Pengunjung

Statistics

Content View Hits : 225161
Main page Contacts Search Contacts Search