|
Kiat-kiat Bertemu Calon Mertua
Saat hubungan Anda dan si dia telah serius, kinilah saatnya bertemu orangtuanya. Tapi jangan sampai pertemuan yang penting ini membuat hubungan yang telah Anda jalin justru berakhir berantakan. Tak ingin gagal? Baca dulu kiat-kiat berikut.
Waktu Waktu yang tepat adalah segalanya. Memilih waktu yang salah hanya akan membuat rencana Anda dan pasangan berantakan. Konsultasikan dengan kekasih, kapan orangtuanya memiliki waktu luang, sehingga dengan sendirinya, suasana hati mereka pun tengah baik.
Kenali lebih dalam Cari tahu "nilai-nilai" apa yang berlaku di keluarga kekasih. Hal ini akan membuat Anda lebih mudah untuk berbaur dengan orangtuanya. Jangan sampai perbedaan nilai membuat Anda dinilai tidak sopan oleh mereka. Sesuaikan diri Anda dengan baik.
Tempat Tempat bertemu juga memengaruhi kesuksesan pertemuan. Hindari tempat yang terlalu ramai dan bising yang bisa membuat orangtua kekasih merasa tidak nyaman. Lebih baik pilih tempat yang nyaman, seperti sebuah kafe keluarga dengan alunan musik balada atau jazz yang lembut. Suasana tenang juga akan membuat hati menjadi senang.
Tepat waktu Jangan sampai kesan pertama diri Anda rusak hanya karena datang terlambat. Lebih baik datang lebih dulu demi menghormati orangtua kekasih.
Hadiah Tak ada salahnya membawa hantaran sederhana untuk menyenangkan orangtua kekasih. Diskusikan lebih dahulu dengan kekasih, hadiah apa yang paling tepat diberikan. Hal ini dapat memperlihatkan perhatian Anda pada keluarga kekasih.
Penampilan Jangan lupa mempersiapkan penampilan Anda. Tampil seksi sangat tidak disarankan. Lebih baik gunakan pakaian yang sederhana, namun tetap terlihat elegan. Terusan sepanjang lutut, atau paduan kemeja dan celana jeans bisa menjadi pilihan yang tepat. Tata rambut juga harus diperhatikan. Pilihlah tatanan rambut yang rapi dan apik. Pilihlah tema warna make-up yang lembut dan natural sehingga penampilan tak tampak berlebihan. Hindari juga memakai terlalu banyak aksesori. Lebih baik pilih tampilan aman dan sederhana.
Topik pembicaraan Hati-hati memilih topik pembicaraan. Pilihlah topik yang netral tanpa menyudutkan pihak manapun (misalnya bertema SARA). Jangan lupa juga tunjukkan keahlian Anda, misalnya bicarakan prestasi di bidang pekerjaan. Hal ini akan menjadi nilai plus yang tepat. Tapi hati-hati ya, jangan sampai Anda justru terkesan sombong dan angkuh.
Memuji Jangan lupa untuk memuji. Carilah kelebihan orangtua pasangan, dan ungkapkan kekaguman Anda. Berikanlah pujian dengan tulus. Pujian palsu hanya akan membuat Anda terlihat dan terdengar munafik.
Semoga sukses!
Source: http://id.she.yahoo.com/kiat-kiat-bertemu-calon-mertua.html
Pernikahan Mantan Kekasih, Datang Atau Tidak?
Pernahkah Anda mengalami dilema saat menerima undangan pernikahan dari mantan kekasih. Apakah Anda perlu datang ke pesta tersebut atau lebih baik menghindar?
Ada beberapa pertimbangan yang harus Anda lakukan sebelum memutuskan jawaban dari pertanyaan di atas. Ini dia!
Bagaimana cerita perpisahan Anda Tak semua hubungan berjalan mulus. Kadang bisa berakhir baik, namun ada pula yang justru diakhiri dengan amarah serta dendam. Coba ingat-ingat bagaimana bentuk hubungan Anda dengan mantan terakhir kali bertemu. Jika Anda merasa masih banyak emosi atau amarah yang terpendam, sebaiknya tak perlu datang, ketimbang kemungkinan “drama” yang bisa Anda lakoni di pesta tersebut. Tapi jika hubungan Anda dan mantan layaknya teman, tak ada alasan bagi Anda untuk tidak datang.
Pertimbangkan lingkungan sosial Terkadang ketidakhadiran Anda juga memiliki akibat lain. Misalnya menjadi bahan pembicaraan lingkungan sosial. Jika tak ingin datang, pastikan lingkungan sosial Anda dan pasangan tidak akan mengembangkan rumor atau berpendapat negatif.
Pertimbangkan perasaan pasangan Walau Anda dan mantan tak memiliki masalah apa-apa, tapi jangan lupa juga untuk meminta pendapat pasangan. Jika datang ke pernikahan mantan hanya akan membuat pasangan Anda terluka, sebaiknya tak perlu dilakukan. Lebih baik Anda fokus ke hubungan yang tengah dijalani, ketimbang masa lalu.
Pertimbangkan tujuan Cobalah jujur pada diri sendiri: apa yang menjadi motivasi Anda saat hadir ke pernikahan mantan kekasih. Jika tujuan Anda murni bersilaturahmi dan reuni dengan teman, tentu tak ada salahnya. Tapi jika tersimpan keinginan membuat mantan menyesal telah meninggalkan Anda, atau membuat calon istri mantan terintimidasi dengan kecantikan Anda, lebih baik jangan datang. Hal ini membuktikan masih ada emosi terpendam dalam diri. Jangan sampai keegoisan Anda menghancurkan kebahagiaan orang lain.
Ubah Pasangan Tanpa Pertengkaran!
Kasus 1
1: Pertama kali bertemu dia di sebuah restoran, kamu sedang stres banyak pekerjaan. Dengan tugas kantor yang berjibun, kamu nggak sempat untuk berolahraga seperti biasa. Jadi beratmu bertambah dua kilo. Tugas kantor beres, kamu tambah sering nge-date dengan dia. Enam bulan kemudian, kalian menghabiskan waktu dengan makan di luar, barbeque di hari Minggu, makan bareng di rumah, delivery sambil nonton DVD, and so on. Pendeknya, beratmu nambah lagi lima kilo. Waktu pertama mulai dekat, dia sempat bilang suka perempuan yang berisi dan bisa menikmati makanan. Tapi, beberapa minggu terakhir banyak yang berubah. Enam bulan dan tujuh hari setelah pertama kali bertemu, dia memberikan hadiah berupa member setahun di sebuah pusat kebugaran lengkap dengan personal trainer. Ouch!
Kasus 2
2: Kalian sudah pacaran selama enam bulan. Pertama kali bertemu di saat happy hour di sebuah klub terkenal. Dia nggak membuatmu tertarik dengan wajah atau penampilannya. Tapi, kalian nyambung dan pengetahuannya luas walaupun gaya berpakaiannya seperti om-om. Pendeknya, dia lebih suka pakai celana baggy hitam (jaman dulu), kaos polo biru bermotif (no Ralph Lauren here), pantofel cokelat dan sabuk cokelat setiap hari. Variasinya cuma kemeja lengan panjang, jeans baggy, dan kaos yang kebesaran. Saat pertama bertemu kamu berpikir dia baru pulang kerja (lampu di klub memang nggak bisa diandalkan). Tapi, gayanya mulai mengganggu mata dan pikiranmu beberapa minggu terakhir. Saat ketemu semalam, kamu memberikan dia hadiah kejutan. Dia membuka kantung dengan semangat dan keningnya berkerut. Isinya skinny jeans, celana khaki masa kini dan kaus serta kemeja yang pas tapi nggak ketat. Dia berkata, “Maksud kamu apa?”
Bagaimana Menjadi Positif
Awal hubungan memang membutakan kita pada beberapa hal tertentu. Padahal hal-hal yang kita nggak lihat (atau tanpa sadar berusaha kita tolerir) tersebut sebenarnya berlawanan dengan selera atau pemikiran kita. Keinginan untuk mengubah seseorang untuk lebih sehat atau berpakaian dengan lebih pantas memang nggak salah. Tapi, sayangnya, we can only change ourselves. Walaupun niat kita baik, perubahan nggak akan mulai dan berlanjut tanpa kita pun ikut berubah. Lebih baik mengajak pasangan melakukan perubahan bersama. Sehingga terasa adil dan menguntungkan untuk kedua belah pihak.
Misalnya, usulan jadi member pusat kebugaran akan lebih efektif dan menyenangkan kalau berlaku untuk berdua. Idealnya, usulan ini juga termasuk dialog yang berlaku untuk kesenanganmu dan dia: olahraga bersama; melakukan aktifitas bareng yang menyehatkan; hidup sehat; dan memperbaiki gaya hidup berdua.
Walaupun kejujuran dan komunikasi penting di setiap hubungan, akan susah untuk meminta perubahan dari pasangan kalau permintaan terlihat untuk satu pihak saja, apalagi ada unsur kepentingan pribadi. Dengan mengubah cara penyampaian dengan kata-kata yang menunjukkan niat demi kehidupan yang lebih baik dan tulus demi kesehatan atau demi kebaikan pasangan, kita menciptakan suasana yang lebih pas untuk perubahan. Dan dia pun nggak merasa terpaksa atau bahkan tersinggung.
Jangan Ungkap Gaji Anda kepada Calon Suami
TRIBUNNEWS.COM - Tidak semua hal perlu dibagi kepada pasangan Anda meski Anda dan si dia sedang memasuki tahap penjajakan menuju ke jenjang pernikahan. Ada hal-hal yang harus Anda tutupi dan tak perlu Anda sampaikan secara detail.
Dalam buku The Hard Questions: 100 Essential Questions to Ask Yourself Before You Say "I Do", Susan Piver menyarankan agar kita mengunci mulut untuk hal-hal tertentu. Kadang, ini merupakan tindakan paling bijak untuk menjaga perasaan masiang-masing. Namun, bukan berarti Anda menyimpan banyak rahasia. Pilihlah apa yang bisa dan tidak bisa dibagi kepada si dia.
Menurut Piver, ada lima hal sebaiknya tak diungkapkan seseorang kepada pasangannya:
1. Nominal gaji Jika Anda bekerja dan statusnya masih kekasih, sebaiknya tak perlu mengumbar nominal yang tertera di slip gaji. Begitu tahu gaji Anda cukup besar, bisa-bisa dia berharap Anda terus membayari kencan dengan alasan harus berhemat untuk masa depan Anda dan dia. Lain soal jika dia sudah resmi menjadi pasangan hidup di bawah ikatan pernikahan, nominal gaji harus Anda sampaikan. Ini menyangkut perencanaan keuangan keluarga yang perlu dibincangkan antara Anda dan dia.
2. "Password" Tak nyaman rasanya jika si dia selalu menyelidiki Anda atau serasa dimata-matai. Jadi, hindari kemungkinan ini dengan tidak memberikan password e-mail, Facebook, atau akun pribadi lainnya. Sikap memata-matai memiliki pengaruh tak baik untuk sebuah hubungan. Kecuali Anda berdua berbagi akun e-mail setelah menikah, ini tak jadi masalah.
3. Nama mantan Hindari menyebutkan nama mantan kekasih, meski Anda menganggap si dia sebagai pria paling baik yang pernah Anda kenal. Hindari pula mengingat momen indah bersama sang mantan, apalagi membandingkan pasangan dengan mantan. Ini akan menyinggung egonya dan bahkan bisa membuatnya tak lagi tertarik dengan Anda.
4. Tak suka kepada ibunya Sudah bukan rahasia, banyak perempuan yang tidak menyukai sikap calon mertua. Jika kondisi ini juga Anda alami, sebaiknya jangan menunjukkan (apalagi mengatakan) hal ini di depan si dia. Ini mungkin akan membuatnya merasa tertekan untuk memilih Anda atau ibunya. Atau malah bisa merusak hubungan karena si dia merasa terbebani dengan sikap Anda kepada ibunya. Ingin hubungan berlanjut, belajarlah bersabar menghadapi calon mertua.
5. Dipuja pria lain Dipuja pria lain? Perempuan mana yang tak suka. Meski Anda tak menanggapi pria tersebut, bukan berarti Anda bisa menceritakan atau bahkan memamerkannya di depan si dia soal ini. Percayalah, dia takkan senang mendengarnya. Begitu pun sebaliknya, jika ternyata Anda memuja pria lain, maka sebaiknya diam-diam saja. Si dia tak perlu tahu karena Anda bisa dituduh selingkuh dengan pria itu.
Kiat Jalan-jalan Dengan Pasangan Tanpa Konflik
Liburan adalah agenda wajib para pasangan. Tidak mesti pergi ke tempat yang jauh dan mahal, mengunjungi tempat yang dekat dan terjangkau juga bisa jadi liburan seru. Tapi tak sedikit liburan yang berubah jadi bencana.
Sebabnya adalah pertengkaran yang terjadi di tengah liburan. Walau sehari-hari kompak, ternyata tak semua pasangan juga akur ketika berlibur bersama. Akhirnya, niat bersenang-senang pun berantakan.
Agar perjalanan Anda bersama pasangan lebih menyenangkan, simak kiat-kiat berikut ini.
Sepakati tema perjalanan Ini hal pertama yang paling penting: Apa tujuan Anda melancong? Apakah ikut suami yang sedang perjalanan dinas? Atau bulan madu?
Jika Anda ikut suami yang sedang perjalanan dinas, sebaiknya ketahui benar jadwal pasangan selama di sana. Jangan berharap bisa menonton konser pukul 19.00 bila pasangan Anda baru selesai workshop pukul 21.00. Sebaliknya bila bulan madu, tak perlu membuat jadwal ketat yang hanya bikin lelah. Tujuan bulan madu adalah mendekatkan diri dan saling mengenal lebih jauh.
Pembiayaan Biaya adalah salah satu potensi sumber konflik. Jadi sebelum berangkat, sepakati dahulu berapa batas biaya yang boleh dihabiskan. Bicarakan juga pembagiannya, terutama bila pasangan Anda ketat soal keuangan. Apakah membayar masing-masing atau bagaimana?
Dari sini Anda bisa menentukan liburan lebih rinci: jenis kegiatan, transportasi, makanan, serta hotel. Jika Anda dan pasangan sepakat untuk berlibur dengan hemat, sadarilah konsekuensinya. Tidak ada yang boleh mengeluh bila ternyata hotel kurang bagus.
Meski demikian, jika Anda pergi berbulan madu, tak ada salahnya mengeluarkan anggaran lebih besar untuk memanjakan diri di hotel yang lebih nyaman atau makan malam romantis di tempat mewah.
Rencana perjalanan Anggaran sudah ditentukan, saatnya merancang detail perjalanan. Tentukan tempat apa saja yang dikunjungi beserta rencana transportasinya. Sepakati juga di area mana hotel Anda berada. Dekat tempat wisata atau dekat ke tempat transportasi? Jika waktu liburan Anda tidak terlalu panjang, sebaiknya pilih prioritas kunjungan.
Saya dan pasangan biasanya berbagi tugas untuk riset. Saya kebagian tugas riset lokasi dan akomodasi yang strategis, sementara dia meriset jalur transportasi menuju tempat wisata ke hotel dan tujuan lainnya. Ini membuat kami tak merasa beban hanya terkumpul pada satu orang.
Diskusikan hasil riset masing-masing sehingga nantinya terbentuk rencana — dan perkiraan total anggaran yang Anda habiskan pun bisa terlihat.
Sesuaikan sikap Anda mungkin orang yang perfeksionis di kantor atau selalu rapi ketika di rumah. Ketika sedang berlibur, putar tombol serius di pikiran Anda menjadi santai. Segala hal bisa terjadi selama liburan. Misalnya pesawat terlambat, sakit mendadak, bagasi hilang, dompet dicuri, dsb. Jangan terlalu kaku. Murung pas liburan hanya membuat uang Anda habis sia-sia.
Jangan terlalu terpaku soal jadwal. Jika Anda berdua menyukai suatu tempat dan ingin tinggal lebih lama, lakukanlah. Ini liburan, tak ada yang harus dan tak ada aturan baku dalam menjalaninya. Selama Anda dan pasangan senang, lakukan saja. Kesalahan-kesalahan kecil pasangan jangan terlalu dibesar-besarkan sehingga bisa memicu pertengkaran yang hanya merusak suasana.
Gunakan nada bicara yang ramah yang akan membuat suasana menjadi lebih menyenangkan. Untuk pasangan baru, dalam perjalanan jauh atau liburan biasanya muncul sikap-sikap pasangan yang tidak pernah kita lihat sebelumnya. Sebaiknya jangan ributkan hal tersebut pada saat liburan. Jika sikap tersebut sangat menganggu, bicarakan baik-baik ketika sudah kembali ke tempat asal.
Perlu diingat, ini adalah liburan Anda berdua, jadi hindari sikap saling menyalahkan selama bepergian. Liburan adalah saatnya untuk menyegarkan pikiran dan memperkuat hubungan Anda dengan pasangan. Lakukanlah hal-hal yang bisa membuat tujuan tadi lebih maksimal. Selamat berlibur!
|