|
Power of Concentration
“ Berkonsentrasilah...karena pencapaian terbesar disediakan bagi seseorang dengan satu tujuan, yang di dalamnya tidak ada kekuatan saingan bisa membagi kerajaan jiwanya.” (Orison Swett marden)
Untuk berhasil dalam apa saja dalam kehidupan ini, kita harus bisa mengonsentrasikan semua pikiran kita pada gagasan yang sedang kita laksanakan. Konsentrasi adalah kekuatan. Dengan kekuatan ini, seorang yang sangat biasa-biasa saja bisa mencapai hasil-hasil luar biasa. Konsentrasi adalah penyebab utama setiap keberhasilan dan juga setiap kegagalan.
Hukum aktifitas bawah sadar mengatakan,” Anda akan lebih banyak melihat apa yang Anda pikirkan.”
Dalam bukunya The natural Laws of Successful Time & Life Management, Hyrum W. Smith menulis mengenai empat kebutuhan dasar manusia :
- kebutuhan untuk hidup
- kebutuhan untuk mencintai dan dicintai
- kebutuhan untuk merasa penting
- kebutuhan untuk mengalami keragaman
Dia juga mengatakan,” Jika kita melewatkan yang mana pun dari keempat kebutuhan itu, kita akan mengonsentrasikan semua perhatian kita untuk menemukan cara-cara memuaskan kebutuhan yang belum terpenuhi tersebut.”
Dalam Passion for life-psichology and the human spririt, Muriel dan John James menulis,” Di antara dorongan keinginan yang paling dibutuhkan manusia adalah dorongan fisiologi, dorongan psikologis dan dorongan spritual. Dan jika ada yang perlu kita puaskan dari salah satu dorongan itu, kita melakukan hal-hal yang biasanya tidak akan kita lakukan sampai dorongan yang belum terpuaskan itu terpenuhi.”
Yang mereka maksudkan adalah, pikiran kita akan berfokus pada dorongan yang paling dibutuhkan, dan kita akan melakukan apa saja yang bisa kita lakukan, bahkan jika kita harus keluar dari zona nyaman kita, agar bisa memuaskan kebutuhan yang belum terpenuhi. Misalnya, jika seseorang kehilangan pekerjaan, fokus utamanya akan diarahkan untuk menemukan pekerjaan lain. Dan jika ia tidak bisa menemukan pekerjaan di bidang keahliannya, dia mungkin akan menerima pekerjaan lain yang tidak ada hubungannya dengan latar belakangnya.
“Apa pun yang Anda konsentrasikan akan menentukan takdir Anda. Berlaku bijak dan konsentrasikan energi Anda pada hasrat-hasrat terbesar hidup Anda.” (DR.Ibrahim Elfiky)
Lima kebutuhan dasar yang mempengaruhi konsentrasi kita:
1. Kebutuhan Fisiologi
Ini meliputi semua kebutuhan kita untuk bertahan hidup, seperti makanan, air, udara, kehangatan tubuh, tidur, keamanan, dan kenyamanan.
Kita harus menanggapi semua kebutuhan ini setiap hari untuk memastikan kelangsungan hidup kita. Dan jika ada yag terlewat, kita akan merasa terancam dan tidak nyaman. Seluruh konsentrasi kita diarahkan kepadanya dan kita akan melakukan apa saja yang bisa kita lakukan untuk memenuhinya.
2. Kebutuhan Emosional
Ini menyangkut kebutuhan kita akan cinta, sejak kita dilahirkan, kita membutuhkan cinta dan kasih sayang dari ibu dan ayah kita. Bahkan, tahun-tahun pertama kehidupan kita merupakan penyebab utama perilaku kita di waktu kemudian dalam kehidupan dan dalam kesuksesan atau kegagalan yang pada akhirnya kita capai. Jika kita merasa dicintai dan diperdulikan, kita akan menjalani kehidupan yang seimbang tanpa kebiasaan-kebiasaan dan perilaku-perilaku yang merusak. Namun, jika kita merasa tak dicintai, kita akan melakukan apa saja yang bisa kita lakukan untuk menutupi cinta yang tidak ada.
Seorang anak yang tidak dicintai bisa jadi bergaul dengan teman-teman yang salah dan terlibat penggunaan obat-obatan terlarang, minuman alkohol dan kebiasan-kebiasan lain yang merusak.
Ketika kita tumbuh lebih dewasa, kita mencari cinta, kita mencari seseorang untuk berbagi kehidupan dengan kita. Dan jika tidak menemukan cinta, kita mengalami sejumlah emosi negatif yang bisa juga mengarahkan kita pada kebiasaan-kebiasaan yang merusak.
Ketika kebutuhan-kebutuhan fisiologi Anda terpenuhi, konsentrasi kita diarahkan kepada kebutuhan-kebutuhan emosional sampai semuanya terpenuhi. Kemudian fokus kita diarahkan kepada kebutuhan selanjutnya.
3. Kebutuhan Psikologis
Ini meliputi kebutuhan kita terhadap pertemanan dan berbagai hubungan. Untuk memiliki seseorang yang bisa kita percaya dan berbagi dengan kita mengenai persoalan-persoalan pribadi dalam hidup. Ketika Anda memiliki seorang teman yang benar-benar peduli kepada Anda. Dan Anda tahu bahwa dia akan selalu ada untuk Anda dalam masa-masa senang dan masa susah, dan bahwa Anda juga akan ada untuk teman Anda itu, maka Anda merasakan perasaan memiliki dan kenyamanan.
4. Kebutuhan Mental
Ini meliputi kebutuhan kita terhadap pertumbuhan, pencapaian – pencapaian dan kemajuan. Ia adalah proses perkembangan pribadi dan pencarian makna secara terus menerus.
Kebutuhan – kebutuhan psikologi, emosional, dan fisiologi Anda bisa terpenuhi secara total, tetapi jika Anda merasa hidup Anda tak memiliki makna, keseluruhan fokus Anda akan diarahkan ke sini. Pernahkah Anda mendengar tentang seseorang yang kaya, memiliki keluarga yang baik dan banyak teman tapi tetap saja tak bahagia? Merupakan fakta yang menyedihkan bahwa banyak orang yang sangat kaya dan para selebritas yang melakukan bunuh diri karena merasa kehidupan mereka tak punya makna, bos!!!
Salah satu cara terbaik untuk mengatasi perasaan tak bermakna itu adalah dengan memiliki tujuan-tujuan yang konsisten dengan nilai-nilai yang Anda anut, yang memberi Anda alasan untuk bangun setiap pagi, melakukan olah raga, merawat dan menjaga diri Anda, melakukan sesuatu yang benar-benar menyenangkan dan membuat Anda terus maju serta membantu Anda menikmati hidup.
Memang ya, kita semua memiliki hasrat yang kuat untuk hidup, untuk mencintai dan dicintai, untuk merasa di hargai. Namun, jika kita merasa hidup kita tak bermakna – jika sepertinya kita tidak menggunakan bakat dan kemampuan alamiah kita untuk menjadi, untuk tumbuh dan menjadi kreatif- kita mengalami semua jenis perasaan-perasaan negatif. Kita merasa tersesat dan tidak punya hasrat untuk melakuan apa pun, bahkan sesuatu yang biasanya membahagiakan kita. Fokus kita diarahkan kepada kebutuhan mental sampai kebutuhan itu terpenuhi, dan kemudian, hanya ketika itu terjadi, maka konsentrasi kita terarah pada kebutuhan spiritual.
5. Kebutuhan Spiritual
Dalam diri kita, kita memiliki kebutuhan yang amat kuat untuk terhubung dengan sesuatu yang lebih tinggi dari kita dan dunia lahiriah di sekitar kita- kebutuhan untuk terhubung dengan Sang pencipta kita. Untuk terhubung dengan Tuhan.
Anda tahu, setiap aspek kebutuhan kita bisa terpenuhi sepenuhnya. Tetapi jika kita tidak memiliki hubungan yang mendalam dengan kekuatan tertinggi yang memberi kita anugerah kehidupan dan menyediakan semua yang kita butuhkan, hidup kita akan melewatkan kebutuhan paling besar, kebutuhan terhadap cinta tertinggi. Menjadi spiritual membantu Anda menjadi orang yang lebih baik. Ia membantu Anda menjadi orang yang lebih baik. Ia membantu Anda menghindari kebiasaan-kebiasaan yang negatif dan merusak, memiliki sikap yang lebih baik, dan menjadi yang lebih bahagia dari sebelumnya.
Ketika Anda menciptakan hubungan dengan Tuhan, Anda merasa telah menemukan rantai yang hilang menuju cinta sejati dan kebahagiaan tertinggi. Anda merasa bahwa Anda takkan pernah lagi merasa sendiri dan bahwa segala sesuatu terjadi karena suatu alasan. Anda mengerti bahwa semua peristiwa ini ada hikmahnya bagi Anda, karena Tuhan sedang mempersiapkan Anda untuk sesuatu yang lebih besar dan lebih baik.
Ini semua adalah kebutuhan-kebutuhan utama yang mempengaruhi konsentrasi dan kehidupan kita. Mulai hari ini dan perhatikan di mana konsentrasi Anda berada dan pastikan Anda menyeimbangkannya.
Buatlah evaluasi pribadi mengenai konsentrasi Anda setiap hari dan tanyakan pada diri sendiri:
“Dimanakah konsentrasiku? Kenapa ia disana? Apa yang bisa kulakukan untuk menggunakannya sesuai dengan kebutuhanku?”
Mengevaluasi konsentrasi akan membantu Anda menciptakan perubahan-perubahan untuk meningkatkan kualitas kehidupan Anda.
Sekarang marilah kita eksplorasi kekuatan proses mental yang menentukan takdir Anda.
PROSES MENTAL
“ Anda menjadi apa yang Anda pikirkan.” (Buddha)
Bisakah Anda bayangkan bahwa satu pemikiran memiliki kekuatan untuk menciptakan realitas Anda! Satu pemikiran saja bisa mempengaruhi pikiran, tubuh, dan emosi-emosi Anda!.
Proses mental dimulai dengan konteks- yaitu situasi dimana Anda berada pada suatu waktu tertentu yang meyakinkan pemikiran-pemikiran Anda. Pemikiran menciptakan fokus, dan fokus memerintahkan otak untuk pergi ke gudang pikiran Anda untuk mengevaluasi dan menerjemahkan informasi yang mengarah pada penilaian. Kemudian otak menghapus, menggeneralisasi, dan mendistorsi informasi, menyebabkan timbulnya berbagai perasaan. Perasaan – perasaan Anda mempengaruhi fisiologi dan akhirnya Anda berperilaku dan bereaksi terhadap konteks, yang membawa Anda kepada sebuah hasil, entah itu positif atau negatif.
Mari kita sepenuhnya menyadari proses mental dan membuatnya bekerja untuk kepentingan Anda dan bukannya menentang Anda?.
Marlah kita eksplorasi setiap langkah dalam proses mental ini dan bagaimana Anda bisa menggunakannya demi kepentingan Anda.
1. Konteks
Konteksnya bisa sadar atau tidak sadar. Disebut sadar ketika Anda menyadari kontek tersebut dan mengetahui efeknya. Kadang-kadang Anda menyadari konteks karena Anda aktif mencarinya seperti ketika Anda sedang berkomunikasi dengan seseorang atau berkonsentrasi pada peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitar Anda dan kadang –kadang Anda hanya mengingat sesuatu dari masa lalu atau memiliki ekspektasi mengenai sesuatu yang akan terjadi pada masa depan.
Konteks yang tak sadar adalah ketika Anda mendapati diri Anda memiliki perasaan tertentu, entah baik atau buruk dan Anda tidak begitu tahu kenapa Anda memiliki perasaan seperti itu. Entah konteks itu bersifat sadar dan Anda memang benar-benar menyadarinya, atau tak sadar dan tidak menyadarinya, ia membawa Anda ke level berikutnya dalam proses Mental dan menciptakan pemikiran -pemikiran Anda.
2. Pemikiran
Dalam Lead The Field, Earl Nightingle berkata,“ Anda menjadi yang Anda pikirkan.”
Anda tahu, tampaknya sebuah pemikiran saja tidak kuat. Itu mungkin benar, akan tetapi jika pemikiran yang satu itu di ulang-ulang secara terus menerus, ia menjadi sangat kuat. Lebih jauh lagi, satu pemikiran terkait dengan pemikiran-pemikiran lain, dan setiap pemikiran baru itu terkait dengan pemikiran-pemikiran yang lain, dan begitu selanjutnya.
Dalam Psychology of Achievement, Brian Tracy menulis,” Pemikiran – pemikiran yang disimpan di dalam benak menghasilkan pemikiran-pemikiran lain yang serupa.” Yang berarti bahwa satu pemikiran akan terkait dengan pemikiran-pemikiran lain yang serupa dan kemudian semua itu tumbuh menjadi lebih kuat.
Dalam The Aladdin Factor, Mark Vincent Hanson dan Jack Canfield menulis,” Kita menerima rata-rata seratus ribu pemikiran setiap hari. Satu – satunya yang diperlukan pemikiran –pemikiran itu adalah arahan, dan jika Anda tidak mengendalikan mereka, mereka akan mengendalikan Anda.”
Sejauh ini Anda telah menemukan bahwa pemikiran menciptakan konteks, dan sekarang pemikiran Anda membawa pada langkah selanjutnya dalam proses mental dan menciptakan fokus.
3. Fokus
James Alan ngomong,” Fokus adalah proses mengalihkan kekuatan-kekuatan yang tercerai berai menjadi satu saluran yang kuat.”
Para tukang peneliti menyimpulkan,” Penilaian kita, perasaan-perasaan dan perilaku kita akan ditentukan oleh apa yang kita fokuskan.” Bahkan Anda bisa merasa sangat baik sekarang, berfokus saja pada sesuatu yang membuat Anda merasa sangat baik.
Anda juga bisa membuat diri Anda merasa buruk dengan memfokuskan pikiran pada sesuatu yang membuat Anda merasa buruk!
Fokus membawa Anda pada langkah selanjutnya dalam proses mental di mana otak membawa fokus Anda ke gudang memori Anda untuk evaluasi dan penilaian.
4. Evaluasi dan Penilaian
Disini otak Anda membawa informasi yang Anda fokuskan dan mengirimkannya
Ke unit genting. Unit genting mengevaluasi informasi berdasarkan nilai-nilai dan berbagai keyakinan yang Anda anut, pemograman masa lalu serta makna segala sesuatu bagi Anda. Unit ini juga membandingkannya dengan informasi lain yang sejenis dan menghapus, menggeneralisasi, serta mendistorsi informasi tersebut untuk menyesuaikannya dengan mindset Anda. Begitu evaluasi selesai, unit genting menilai kejadian itu dan kemudian mengirimnya ke gudang memori untuk memilih respon yang tepat, dan gudang memori pun memilih respon yang tepat dan menghadirkanya ke pikiran sadar Anda.
5. Penghapusan
Ini adalah proses yang digunakan orang-orang untuk meniadakan bagian-bagian tertentu dari sebuah eksperimen.
Ketika melihat sesuatu objek, Anda hanya bisa melihat satu sisinya saja pada satu waktu. Begitulah sifat visi.
Dengan cara yang persis sama, ketika Anda memikirkan mengenai sesuatu, Anda hanya bisa memikirkannya dalam satu konteks pada satu waktu. Beginilah sifat pemikiran. Pikiran sadar Anda hanya bisa berfokus pada satu hal pada satu waktu dan karenanya Anda meniadakan segala hal lainnya pada waktu itu.
Otak Anda memiliki mekanisme yang disebut Sitem Pengaktifan Retikular atau RAS (Reticular Activating System). Kegunaannya adalah untuk membantu Anda berfokus pada apa pun yang sedang Anda pikirkan, membantu Anda mengarahkan energi, emosi-emosi dan fisiologi Anda terhadap pemikiran itu dan menghapus satu hal pada satu waktu dan karenanya Anda meniadakan segala hal yang lainnya pada saat itu.
Pernahkah ini terjadi pada Anda, bos? Anda mengalami sakit kepala tak tertanggungkan yang tak mau hilang meski Anda sudah meminum dua tablet penghilang rasa sakit. Kemudian telepon berdering dan ternyata itu dari seorang teman akrab yang sudah lama sekali Anda tidak berbicara dengannya. Anda pun berbicara di telepon sekitar sepuluh atau lima belas menit, dan ketika Anda menutup telepon, Anda baru menyadari bahwa sakit kepala Anda sudah tak terasa lagi.
Ketika orang-orang mengatakan mereka bahagia, mereka hanya sedang memikirkan tentang suatu konteks yang membuat mereka bahagia dan membuang segala sesuatu yang lain pada saat itu. Dan ketika mereka mengatakan mereka tak bahagia, mereka juga sedang menghapus segala sesuatu yang lain dan berfokus pada ketidakbahagiaan mereka pada saat itu.
6. Generalisasi
Penahkah Anda mendengar seseorang mengatakan bahwa semua orang dari negara tertentu itu jahat, disebabkan suatu pengalaman buruk dengan hanya satu orang dari negara itu?
Orang-orang memang cepat menggeneralisasi. Orang-orang sering mengatakan kepada Anda, misalnya, jangan pergi ke suatu restoran tertentu karena disana tidak enak. Ketika Anda berhenti untuk menanyakan kenapa, Anda mengetahui bahwa masalahnya Cuma karena mereka tidak suka dengan pelayanya! Mereka menggeneralisasi ketidakpuasan mereka dengan si pelayan untuk mewarnai pengalaman mereka dengan keseluruhan restoran itu.
Hal yang sama terjadi kepada hampir segala sesuatu dalam hidup, seorang anak mungkin berkata Dia membenci sekolah, padahal sebenarnya hanya bermasalah dengan mata pelajaran tertentu yang telah digeneralisasikan dipikirannya sampai itu memengaruhi pandangannya mengenai sekolah secara keseluruhan.
Jangan mengira orang-orang dewasa tidak lebih cenderung kepada jenis pikiran seperti ini. Dalam bisnis kita sering menemukan orang-orang yang mencintai apa yang mereka lakukan sampai ada suatu kejadian-seperti perbedaan pendapat dengan seorang manajer atau rekan kerja –lalu tiba-tiba mereka jadi membenci organisasi tempat mereka bekerja secara keseluruhan.
Soal hubungan juga tak ada bedanya: orang-orang menikah dan menggeneralisasi bahwa mereka bahagia. Tapi begitu sesuatu yang buruk terjadi, mereka dengan segera menggeneralisasi ketidakbahagiaan mereka untuk mengartikan hubungan itu secara keseluruhan. Tak peduli apa pun yang kita lakukan dalam hidup, kita selalu menghapus dan menggeneralisasi. Dua tindakan ini berjalan beriringan. Anda tidak bisa menghapus tanpa menggeneralisasi dan Anda tak bisa menggeneralisasi tanpa menghapus. Generalisasi – sisi baik maupun sisi buruk nya-menuntun Anda pada langkah selanjutnya dalam proses mental: distorsi.
7. Distorsi
Distorsi memiliki tiga bagian:
A. Memori
Bagian memori dalam distorsi adalah ketika Anda mengubah dan menyesuaikan representasi internal Anda mengenai suatu pengalaman. Pernahkan Anda memainkan kembali suatu perdebatan dalam pikiran Anda, mengubah respon dan reaksi Anda? Tentu saja jawabannya ya-kita semua melakukannya. Ini contoh yang lain: jika seseorang meminta Anda menceritakan suatu perdebatan yang terjadi antara Anda dengan seseorang. Anda menjelaskan situasinya dari sudut pandang Anda, menyesuaikan untuk menempatkan diri Anda dalam posisi terbaik. Yang kita lakukan dalam situasi-situasi seperti ini adalah memikirkan konteknya, memusatkan pikiran padanya, menghapus, menggeneralisasi, dan mendistorsi pengalaman tersebut untuk menyesesuaikannya dengan pandangan kita mengenai situasi itu.
B. Pengalaman
Aspek pengalaman dari distorsi ini berarti menemukan pengalaman-pengalaman lain yang serupa dengan yang baru terjadi dan kemudian mengaitkannya. Kaitan yang diciptakan dalam tahap ini menguatkan emosi-emosi yang ada. Tahap ini mengizinkan orang untuk mencari bukti yang mendukung pendapat mereka, jadi, ketika Anda menceritakan perdebatan Anda, dari sudut pandang Anda sendiri dan menyesuaikan dengan Anda, Anda bisa juga menarik sejumlah insiden lain-dalam hal ini, perdebatan-perdebatan lain dengan orang yang sama-untuk menguatkan perkara Anda.
Tidak hanya itu, otak juga mencari situasi-situasi serupa yang tidak ada hubungannya dengan orang yang sedang berdebat dengan Anda, tetapi melibatkan situasi yang serupa, mungkin dengan orang lain, dan membuat semua situasi itu siap tersedia untuk evaluasi dan penilaian yang akan Anda lakukan.
C. Imajinasi dan Kreativitas
Dalam fase ini, Anda membayangkan diri Anda di masa depan menghindari orang yang berdebat dengan Anda dan mungkin bahkan menciptakan adegan-adegan kecil mengenai cara Anda akan bertindak lain kali jika bertemu lagi dengan orang itu. Proses mental pun berlanjut di dalam pikiran Anda, dan setiap Anda memikirkan orang itu, pikiran-pikiran Anda dikuatkan lagi dan itu akan terus berlangsung demikian kecuali Anda mengubah cara Anda berpikir mengenai konteks situasinya.
8. Perasaan
Sebagaimana yang sekarang sudah Anda sadari, proses mental di mulai dengan konteks yang membuat Anda memikirkannya, dan pikiran Anda menciptakan fokus yang Anda berikan, kemudian fokus Anda mengarahkan Anda untuk mengevaluasi dan menyaring informasi melalui suatu proses penghapusan, generalisasi, dan distorsi, menuntun Anda untuk membuat penilaian. Sekarang proses mental itu melanjutkan siklusnya dan menciptakan berbagai perasaan-perasaan positif yang membuat Anda bahagia dan gembira, atau perasaan-perasaan negatif yang membuat Anda sedih, marah atau mengalami depresi. Dan perasaan Anda membawa Anda ke level berikutnya dan memengaruhi fisologi Anda.
9. Fisiologi
Fisiologi meliputi gerakan-gerakan tubuh, postur dan ekspresi wajah Anda.
Perasaan-perasaan Anda dan keadaan dimana Anda berada selalu tampak dalam fisiologi Anda. Jika Anda sedang bahagia, pola pernafasan Anda seimbang, postur tubuh Anda santai dan mungkin ada senyum di wajah Anda. Tetapi jika perasaan Anda sedang negatif, fisiologi Anda pun terpengaruhi secara negatif. Nafas Anda dangkal, otot-otot tubuh Anda tegang, wajah Anda menunjukkan kesedihan atau kemarahan, jantung Anda berdetak tak seimbang, tekanan darah Anda meningkat dan temperatur kulit Anda berubah.
Perasaan Anda selalu mempengaruhi fisologi Anda dan membawa Anda ke tahap terakhir dalam proses mental dengan menciptakan perilaku Anda.
10. Behavior
Anda telah melalui perjalanan yang panjang, mulai dari kontek hingga tindakan, perilaku Anda bisa berbentuk verbal atau pun non verbal, positif atau negatif, penuh pengertian atau sarat penilaian. Perilaku Anda menentukan hasil yang Anda dapatkan, dan jika Anda terus mengulang pola perilaku yang sama maka ia akan menjadi kebiasaan yang diprogramkan pada level pikiran tak sadar yang lebih dalam dan ia memiliki kekuatanya sendiri.
Tahukah Anda berapa lama sebenarnya waktu yang dibutuhkan otak untuk membawa Anda menjalani seluruh proses ini? Otak Anda dapat berpikir lebih cepat dari kecepatan cahaya, yaitu 180.000 mil per detik.
Special thank to: DR. Ibrahim Elfiky
|