Home

Kekuatan Pikiran

Pikiran adalah kekuatan yang sangat efektif.
Tanpanya, setiap kekuatan hanya besar saja. (victor Hugo)

Berpikir melahirkan pengetahuan, pemahaman, nilai, keyakinan dan prinsip. Pikiran bisa jadi penyebab penyakit kejiwaan dan fisik. Pikiran bahagia membuat kita bahagia, pikiran sengsara membuat kita sengsara. Pikiran takut membuat kita takut dan pikiran berani membuat kita berani.
Socrate berkata:” dengan pikiran, seseorang bisa menkjadikan dunianya berbunga-bunga atau berduri-duri.”

  
Kekuatan pikiran

1. Pikiran memiliki proses yang kuat

berpikir itu sederhana dan hanya butuh waktu sekejap. Namun, ia memiliki proses yang kuat dari tujuh sumber yang berbeda. Tujuh sumber itu memberi kekuatan luar biasa pada proses berpikir dan menjadi referensi bagi akal yang digunakan setiap orang, entah disadari atau tidak.

7 sumber itu adalah:

1. Orangtua

Dari orang tua kita belajar tentang kata-kata, ekpresi wajah, gerakan tubuh, perilaku, norma, keyakinan agama, prinsip dan nilai-nilai luhur. Orang yang paling penting dalam membentuk proses berpikir. Proses ini kemudian mengakar dalam diri lalu menjadi referensi utama dalam berinteraksi dengan diri sendiri atau dengan dunia luar.

2. Keluarga

Termasuk didalamnya saudara laki-laki, saudara perempuan, kakek, nenek, paman, bibi dan anak-anak mereka.

3. Masyarakat

Masyarakat adalah orang yang berinteraksi dengan kita, tetangga, tukang sayur, sopir taksi, dan semua orang yang tinggal di lingkungan kita.

4. Sekolah

5. Teman

6. Media Massa

7. Diri sendiri

 

 

 
Ingat!
Anda mungkin tidak dapat mengendalikan keadaan, tapi Anda dapat mengendalikan pikiran Anda. Pikiran positif menghasilkan perbuatan dan hasil yang positif.
Dr. Ibrahim elfiky

Apa yang terjadi pada Anda tidak penting, Yang penting adalah apa yang Anda lakukan terhadap apa yang terjadi pada diri Anda..(Dr, Robert Schuler).

Pentingnya , Terapi berpikir positif

 

 

 

 
Who's Online
Terdapat 1 Tamu online
Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikit pun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihat-Nya dan mereka mendirikan sembahyang. Dan barang siapa yang menyucikan dirinya, sesungguhnya ia menyucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allah-lah kembali (mu). (QS: Faathir(35) ayat.18).